"Pelaku bernama Wahyudi alias Kedul (31) ditangkap polisi pada Rabu (14/12) dan kini sedang dalam perjalanan dibawa polisi dari daerah di Jawa Timur ke Muara Teweh," kata Kasat Reskrim Polres Barito Utara (BArut) AKP Benito Harleandra kepada wartawan di Muara Teweh, Jumat.
Pelaku Wahyudi yang sempat masuk dalam daftar pencarian orang itu merupakan seorang dari kawanan perampok lainnya warga di Desa Trahean RT 03 Kecamatan Teweh Selatan.
Dari keterangan kedua teman pelaku sebelumnya yang berhasil ditangkap, pelaku Wahyudi berperan menjaga anak korbannya bernama Rabiah yang berada dikamar dan juga mengambil HP Rabiah.
"Sedangkan kedua temannya Sunaryo berperan sebagai mencongkel jendela rumah dan Kusnan berperan menodongkan parang ke pada korban Munaji dan istrinya Sariem," katanya.
Teman pelaku yang sebelumnya ditangkap pada Kamis (8/12) sekitar pukul 11.30 WIB bernama Abdul Ramhan Sunaryo alias Sunar (45) warga asal Desa Tumbang Belor RT 01, Kecamatan Pacet, Kabupaten Mojokerto, Jawa Timur ditangkap tanpa perlawanan di Desa Tumbang Belor, Kecamatan Pacet.
Penangkapan tersebut dipimpin langsung Kasat Reskrim Polres Barito Utara AKP Benito Herleandra yang sebelumnya telah berkoordinasi dengan Polres Mojokerto.
"Dari tangan tersangka Sunaryo, polisi berhasil menyita barang bukti berupa Hp Nokia 220 milik korban Munaji, uang tunai Rp420 ribu dan 1 unit sepeda motor Honda Vario warna hitam Nopol S 6106 YF yang dibeli dari uang hasil penjualan emas," katanya.
Pada hari yang sama tersangka Matheus Kusnan alias Kusnan warga Jalan Poros Desa Trahean, RT 06, Kecamatan Teweh Selatan ditangkap di Jalan Muara Teweh-Banjarmasin, kilometer 7 Kelurahan Jingah, Kecamatan Teweh Tengah.
"Dari tangan tersangka Kusnan, polisi berhasil mengamankan barang bukti berupa 1 unit sepeda motor Merk Yamaha Vixion Nopol KH 4470 EP yang digunakan oleh tersangka Kusnan sebagai sarana transportasi untuk melakukan pencurian dengan kekerasan di rumah korban," kata Kasat.
Kronologis kejadian itu dijelaskan pada Sabtu tengah malam pelaku berjumlah tiga orang laki-laki yakni dua orang menggunakan topeng dan seorang tanpa topeng masuk ke rumah dengan cara mencongkel jendela.
Kemudian setelah berada di dalam rumah korban, salah satu menodongkan senjata tajam jenis parang kepada korban yang saat itu bangun karena mendengar jendela dibuka sambil berkata "jangan teriak".
Kemudian pelaku tersebut mengikat tangan dan menutup mulut korban dengan menggunakan lakban warna hiam dan menyuruh korban masuk dan duduk di kamar korban.
Setelah berada di dalam kamar kemudian pelaku tersebut menodongkan parang ke leher istri korban yang bernama Sariem sambil berkata "Jangan teriak, kalau berteriak saya bunuh".
Setelah kedua korban tidak berdaya, kemudia salah satu pelaku menggeledah kamar korban, satu pelaku berdiri di pintu kamar sambil memegang besi linggis, sedangkan satu pelaku lainnya berada dikamar anak korban yang bernama Rabiah.
Pelaku berhasil mengambil perhiasan emas 99 seberat kurang lebih 120 gram yang terdiri dari 1 kalung, 1 gelang dan 2 cincin, uang tunai sebesar Rp11 juta dan 2 unit Hp masing-masing merk Nokia dan Lenovo.
"Atas kejadian itu, korban mengalami kerugian sekitar Rp72,5 juta," ujar Roy.
Editor: Zaenal Abidin
COPYRIGHT © ANTARA 2016
0 Response to "Syukur! Perampok Pengusaha Tahu Barut yang Buron Berhasil Ditangkap"
Posting Komentar