"Kita harus menjaga kerukunan antarumat beragama, kita harus saling menghargai. Jadikanlah daerah kita sebagai contoh kabupaten yang toleransi beragamanya sangat tinggi," kata Bupati H Supian Hadi di Sampit, Kamis.
Menurut Supian, Kotawaringin Timur dihuni masyarakat dengan beragam suku, agama, ras dan antargolongan. Kemajemukan itu jangan dijadikan permasalahan, malah harus dijadikan perekat persatuan.
Supian memberi perhatian serius terhadap keberagaman yang ada agar terus terjaga dengan baik. Keharmonisan dapat menjadi kekuatan bagi masyarakat dan pemerintah dalam melaksanakan pembangunan daerah.
Berbagai upaya dilakukan pemerintah daerah untuk terus memperkuat kerukunan umat beragama. Salah satunya adalah dengan membangun rumah ibadah beberapa agama secara berdampingan di satu lokasi.
Supian mengaku, dirinya juga secara rutin mengundang tokoh lintas agama dalam satu pertemuan atau silaturahmi. Tujuannya untuk mempererat hubungan dan kebersamaan antarumat beragama.
Secara khusus Supian mengimbau kepada umat Islam untuk meningkatkan toleransi beragama. Sebagai agama yang dianut mayoritas penduduk Kotawaringin Timur, umat Islam harus menjadi teladan toleransi hidup beragama.
"Umat Islam tidak merayakan Natal atau hari besar agama lain, tapi kita menghargai mereka. Nabi Muhammad mencontohkan bagaimana beretika terhadap umat agama lain. Bahkan terhadap musuh pun, Nabi tetap bersikap baik," kata Supian.
Supian berharap keberadaan organisasi atau lembaga seperti Forum Kerukunan Umat Beragama dan Forum Pembauran Kebangsaan, menjadi wadah bagi segenap elemen untuk mengukuhkan dan mempererat kerukunan. Jika ada potensi konflik maka harus diselesaikan bersama agar tidak sampai memicu masalah lebih besar.
Editor: Ronny
COPYRIGHT © ANTARA 2016
0 Response to "Masyarakat Kotim Harus Jadi Contoh Toleransi Beragama, kata Bupati"
Posting Komentar