Bergerak dan mengumpulkan KTP-el sebagai salah satu syarat maju dari jalur perseorangan sudah dilaksanakan sejak Agustus 2015 dan bongkar pasang tim, kata Yuliustri seusai mendaftar sebagai calon dari jalur perseorangan ke KPU Kota Palangka Raya, Sabtu.
"Kami bahkan telah memiliki sekretariat di berbagai kecamatan di wilayah Palangka Raya bertugas untuk memverifikasi KTP-el yang diterima dari relawan. Jadi, kami sama sekali tidak ada melibatkan lembaga pembiayaan untuk mendapatkan KTP-el," tegasnya.
Yuliustri berpasangan dengan Fathul Munir maju di Pilkada Palangka Raya dari jalur perseorangan ini saat mendaftar ke KPU Kota telah membawa berbagai berkas persyaratan termasuk fotokopi KTP-el sebanyak 28.511 lembar.
Pejabat di Bank Pembangunan Daerah Kalteng ini pun mengaku optimis bahwa dirinya akan ditetapkan sebagai paslon dari jalur perseorangan. Sebab, semua berkas yang telah diserahkan ke KPU Palangka Raya sangat lengkap, bahkan jumlah KTP-el melebihi ketentuan.
"Apabila nantinya KPU Kota menyatakan kami tidak memenuhi syarat jadi calon dari jalur perseorangan, ya akan meminta dilakukan pengecekan secara bersama. Kita lihat di mana masalahnya," kata Yuliustri.
Dia membenarkan menjadi calon dari jalur perseorangan lebih sulit dibandingkan melalui Partai Politik (Parpol). Hal itu karena harus mengumpulkan banyak KTP-el sebagai salah satu persyaratan.
"KTP-el itu juga tidak bisa asal-asalan diterima, harus dilakukan verifikasi untuk mengantisipasi adanya nama yang sama. Belum masalah lain. Jadi memang dari jalur perseorangan itu sangat sulit," kata Yuliustri.
KPU Kota Palangka Raya di hari pertama pendaftaran calon perseorangan, telah menerima berkas empat pasangan calon. Paslon yang telah diterima yakni, Yuliustri Benri-Fathul Munir, Rusliansyah-Rogas Usop, Nampung-Budi Santoso, dan Dagut Djunas-Fitriadi Yusuf.
0 Response to "Yuliustri Benri Klaim Tak Libatkan Pembiayaan Kumpulkan KTP-el"
Posting Komentar