"Saya melihat toleransi antar umat beragama di Kotawaringin Timur sangat tinggi, hal itu tercipta tidak terlepas dari filosofi Huma Betang atau rumah panjang suku Dayak yang sudah menjadi acuan kita semua selama ini," katanya kepada wartawan di Sampit, Jumat.
Parimus yang juga Ketua DPC Demokrat Kotawaringin Timur itu mengakui, isu nasional yang berhembus menyangkut keyakinan hendaknya jangan sampai menjadikan masyrakat di daerah itu terkotak-kotak.
Dia percaya dan menyakini kemampuan masyrakat Kotawaringin Timur untuk merajut kebersamaan itu sangat tinggi.
Parimus berharap agar perayaan Natal Tahun 2017 bisa berjalan dengan lancar, hikmat dan penuh kedamaian.
"Semua ini tercipta karena begitu besarnya rasa kebersamaan semua umat beragama. Dan hal ini juga berkat sikap tanggap pengamanan yang dilakukan jajaran Polres Kotawaringin Timur," katanya.
Parimus mengatakan, dengan adanya rasa toleransi antar umat beragama dan pengaman ketat dari aparat kepolisian diharapkan bisa memberikan rasa aman umat Kristiani dalam menjalankan ibadah dan merayakan Natal.
Perayaan Natal yang jatuh 25 Desember dimulai dari Ibadah Malam Natal atau Misa Natal bagi Umat Katolik. Sejumlah Gereja tampak melakukan berbagai persiapan untuk mematangkan acaranya.
Sementara berdasarkan pantauan sejumlah Gereja di Sampit yang akan dipergunakan untuk kegiatan perayaan Natal di jaga ketat oleh puluhan aparat kepolisian.
Penjagaan tidak hanya di Gereja, namun juga dilakukan di beberapa titik rawan tindak kejahatan, seperti Taman Kota Sampit, dan di sekitar pusat perbelanjaan.
Editor: Ronny
COPYRIGHT © ANTARA 2016
0 Response to "Anggota Legislator Ini Ajak Masyarakat Terapkan Falsafah "Huma Betang""
Posting Komentar