Hal itu disampaikan Sekretaris Kompolnas Bekto Suprapto saat mengikuti program konsultasi publik terkait optimalisasi Polri dalam penerapan Local Boy for Local Job di Kalteng, Palangka Raya, Jumat.
"Diutamakannya perekrutan putra daerah itu tidak lepas dari beberapa kendala yang terjadi di lapangan khususnya menyangkut pendekatan pada masyarakat dalam penyelesaian masalah," tambahnya.
Dikatakan, keberadaan anggota polisi yang berasal dari daerah setempat akan lebih membawa kearifan lokal, serta mempermudah penyelesaian masalah sedini mungkin.
Bekto mengatakan, ke depan polisi yang merupakan putra dan putri daerah akan mudah menjembatani masalah sosial yang ada dalam masyarakat. Karena polisi yang berasal dari daerah setempat, lebih tahu bagaimana kondisi daerahnya, terlebih karakterisitik setempat.
"Pentingnya anggota polisi dari putra daerah tak hanya untuk menjawab keinginan masyarakat selama ini, melainkan lebih kepada penyelesaian masalah dan kemudahan anggota polisi dalam bertugas," ucapnya.
Berdasarkan informasi yang diperoleh Kompolnas, anggota polisi di Kalteng yang berasal dari suku asli belum memenuhi target dan harapan. Selama ini putra daerah sangat sulit untuk bisa menjadi anggota kepolisian.
Dia menyebut alasannya bermacam-macam, mulai dari tinggi badan dan masalah kesehatan, sehingga kedepanharus ada alternatif yang bersifat memberi kemudahan atau pengecualian namun tetap saja kualitas tidak diturunkan.
"Artinya cara dan sistem perekrutannya saja yang perlu sedikit dirubah. Misal, persyarakatan tinggi badan standar 165 cm. Nah bisa saja untuk suatu daerah menerapkan syarat tinggi badan dibawah standar tersebut. Ini bisa dilakukan, dengan catatan ada laporan untuk Kapolri dengan Surat Keputusan," demikian Bekto.
Editor: Zaenal Abidin
COPYRIGHT © ANTARA 2016
0 Response to "Kompolnas Dorong Perekrutan Putra Daerah Diutamakan"
Posting Komentar