"Ambruk atau runtuhnya bagian tengah jembatan ini terjadi pada Selasa (8/11) pagi sekitar pukul 10.25 WIB," kata seorang warga Desa Benao Kecamatan Lahei Barat, Herman saat menemui kunjungan Bupati Barito Utara, Nadalsyah di lokasi jembatan ambruk, Selasa.
Sebelumnya, lanjut dia, jembatan ini memang sudah lama rusak, hanya saja yang lebih parah sampai putus terjadi pagi tadi dan tidak ada korban jiwa.
Runtuhnya jembatan sepanjang 63 meter dengan lebar empat meter, membuat akses jalan di wilayah Kecamatan Lahei Barat, Benao Hilir juga Desa Benao Hulu, Teluk Malewai dan Karamun menuju Kecamatan Lahei menjadi terputus.
Melihat kondisi itu Bupati Barito Utara, Nadalsyah memerintahkan kepada Camat Lahei Barat Kastanto untuk mengkoordinir warga membangun jembatan darurat supaya masyarakat dapat melewati.
"Bila tidak dibuat segera jembatan darurat maka akses masyarakat termasuk anak-anak sekolah yang berasal dari desa sekitar akan terhambat," ucapnya.
Mengenai pendanaan, lanjut dia, menggunakan dana darurat dari Dinas Pekerjaan Umum Barito Utara. Sedangkan untuk penanganan lebih lanjut akan segera dibangun jembatan dengan kontruksi baja beton.
"Saat ini material bajanya sudah dipesan dari Surabaya. Jadi nanti tinggal memasangnya," kata Bupati Nadalsyah didampingi Kepala Dinas Pekerjaan Umum setempat Fery Kusmiadi.
Mudah-mudahan, lanjutnya, dalam bulan ini sudah sampai ke Muara Teweh, sehingga awal tahun 2017 mendatang sudah bisa digunakan.
Dalam penanganan jembatan konstruksi baja sepanjang 72 meter dengan lebar 4 meter ini menggunakan dana Unit Perawatan Rutin (UPR).
"Penggunaan jembatan yang baru nanti dengan kontruksi baja beton, karena bahan kayu ulin sekarang ini sangat sulit. Sedangkan baja ini akan lebih mudah dan materialnya sudah dipesan karena kondisinya dalam keadaan darurat," ujar Nadalsyah.
Editor: Zaenal Abidin
COPYRIGHT © ANTARA 2016
0 Response to "Jembatan Sei Benao Di Barito Utara Ambruk"
Posting Komentar