Kuala Kapuas (Antara Kalteng) – Nama jalan Baban yang terletak di Kecamatan Selat, kawasan pasar pagi Kuala Kapuas, diambil dari seorang pejuang bernama Baban yang meninggal tertembak oleh penjajah masa itu.
Keberadaan jalan yang punya kisah perjuangan yang cukup tinggi itu kini sudah berubah padat oleh hilir mudik masyarakat pedagang sejak sore hingga subuh.
"Ini jalan pejuang yang bersejarah, banyak pejuang yang meninggal di sini pada masa penjajahan. Keluarga pejuang pun juga banyak tinggal disini. Hendaknya ada penghargaan dengan membebaskan dari kesemerawutan pasar dengan tenda-tendanya ini,†kata Ketua Markas Cabang Legium Veteran Kapuas, H Fadlansyah, Kamis.
Markas Cabang Legiun Veteran sejak dulu terletak di sini, namun kondisi sekarang ramai dengan hilir mudiknya mobil pengangkut barang dan jajaran tenda-tenda di sepanjang jalan Baban, sehingga tampak sempit dan terasa tidak nyaman lagi.
"Pemerintah melalui dinas terkait hendaknya dapat mendengar keinginan kami ini agar jalan pejuang ini dapat teratur dan tidak semerawut. Kami rasa ini keinginan kecil saja yang sebenarnya bisa dilakukan," katanya.
Dia juga mencontohkan, pada saat saat peringatan Kemerdekaan RI, hari Pahlawan dan hari-hari bersejarah lainnya, jalan Pejuang mestinya dipenuhi bandera Merah Putih, namun sekarang yang ada hanya tenda warna warni milik pedagang yang berjejer sepanjang jalan termasuk di depan kantor Legiun Veteran.
Pria pejuang ini meminta kepada masyarakat untuk mendoakan para pejuang yang telah gugur di medan perang maupun yang meninggal dunia akibat usia senja dan sakit. "Jangan lupakan sejarah, dan doakan mereka para pejuang yang telah tutup usia serta perhatikan dan bantu anak cucu pejuang demi masa depannya," tutupnya.
Editor: Zaenal Abidin
COPYRIGHT © ANTARA 2016
0 Response to "Jalan Baban Kuala Kapuas Semrawut Agar Ditertibkan"
Posting Komentar