Pada tahun 1945 Tjilik Riwut mewakili 143 komunitas suku Dayak ikut mendukung Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), kata Anggota DPRD Kalteng HM Rizal didampingin sejumlah anggota DPRD lainnya rumah Tjilik Riwut kota Palangka Raya, Kamis.
"Tjilik Riwut juga memperjuangkan nilai-nilai kearifan lokal suku Dayak. Jadi, beliau tidak hanya menjadi Pahlawan Nasional tapi juga bapak pembangunan Kalimantan, khususnya Kalteng. Ini harus diteladani masyarakat, khususnya generasi muda," kata Rizal.
Sriosako Hartanan yang juga Anggota DPRD Kalteng menambahkan, semangat hari pahlawan 10 November 2016 harus dijadikan momentum kebersamaan untuk mengisi pembangunan di NKRI, khususnya Provinsi Kalteng.
Dia mengatakan sekarang ini seluruh lapisan masyarakat tidak lagi berjuang merebut kemerdekaan dari penjajah, melainkan terlibat aktif mempertahankan dan mengisinya dengan memajukan pembangunan serta kesejahteraan masyarakat.
"Berbagai perbedaan pandangan maupun politik yang terjadi selama ini, tidak perlu lagi dibesar-besarkan. Hari pahlawan harus menjadi momentum untuk bersama-sama memajukan pembangunan di berbagai sektor," ucapnya.
Wakil rakyat dari Partai Demokrat itu juga mengajak seluruh lapisan masyarakat, khususnya politisi maupun eksekutif, untuk menyelesaikan berbagai persoalan yang sedang melanda provinsi Kalteng.
Dia mengatakan belum tuntasnya pembahasan anggaran pendapatan dan belanja daerah (APBD) perlu menjadi perhatian. Sebab, APBD merupakan hal penting dalam melakukan pembangunan yang sudah sangat ditunggu masyarakat.
"Kalau memang ada masalah, mari melihat permasalahan tersebut dengan hati yang damai dan mencari solusinya. Saya berharap hari pahlawan ini menjadi momentu meningkatnya kebersamaan," kata Sriosako.
Editor: Zaenal Abidin
COPYRIGHT © ANTARA 2016
0 Response to "Generasi Muda Kalteng Teladani Perjuangan Tjilik Riwut"
Posting Komentar